Trump Percaya Diri Perang Segera Berakhir, Iran Masih Pikir-Pikir atas Proposal Perdamaian AS

Penulis : Haryo Jati | Editor : Tito Dirhantoro
WASHINGTON, KOMPAS.TV – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump percaya diri perang dengan Iran bakal segera berakhir.
Sedangkan kubu Iran menegaskan masih pikir-pikir terkait proposal perdamaian yang diajukan AS.
Trump mengatakan perang dengan Iran akan segera usai, dan Iran tidak akan lagi memiliki senjata nuklir.
Baca Juga: Araghchi Sebut China Dukung Iran Pertahankan Kedaulatan, Tegaskan Teheran Percaya Beijing
Hal tersebut diungkapkannya saat berbicara dengan kandidat Gubernur Georgia dari Partai Republik, Burt Jones.
“Saat Anda melihat apa yang sedang terjadi saat ini, kami melakukan itu karena satu alasan yang penting. Kami tak bisa membiarkan mereka (Iran) memiliki senjata nuklir,” ujarnya dikutip dari Sky News, Kamis (7/5/2026).
“Jadi, saya pikir kebanyakan orang mengerti itu. Mereka mengerti bahwa apa yang kita lakukan itu benar, dan akan berakhir secepatnya.”
Adapun pihak Iran menegaskan masih pikir-pikir atas proposal 14 poin yang diajukan AS untuk menghentikan perang.
Seperti dilaporkan Axios, salah satu isi proposal itu adalah kerangka waktu untuk negosiasi nuklir yang lebih detail.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ismail Baghaei kepada Kantor Berita Pelajar Iran (ISNA), menyampaikan tanggapan pihaknya atas proposal tersebut.
“Proposal Amerika masih ditinjau oleh Iran, dan setelah selesai, Iran akan memberitahukan pendapatnya kepada pihak Pakistan,” kata Baghei dilansir dari BBC.
Baca Juga: Indonesia Kecam Keras Serangan Israel ke Kapal-Kapal Global Sumud Flotilla
Sementara itu, Juru Bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, merespons laporan Axios.
“Amerika tak akan mendapatkan apa pun dalam perang, di mana mereka kalah dan belum juga memperoleh keuntungan dalam negosiasi tatap muka,” ujarnya.
Ia juga mengatakan Iran siap menembak, sekaligus memperingatkan jika AS tak menyerah dan memberikan konsesi yang diperlukan, Iran akan memberikan respons yang keras dan menimbulkan penyesalan.